}

Selasa, 22 Mei 2012

PKMGT- Permainan Bingo untuk Tajwid


PEMBELAJARAN POSITIF BERBASIS KOOPERATIF  UNTUK MENGAJARKAN ILMU TAJWID MELALUI PERMAINAN BINGGO DAN AUDIO UNTUK MENINGKATKAN DAYA INGAT
Oleh :
Anis Kurniawati,
Jurusan Biologi,  Universitas Mahasaraswati
ABSTRAK
Upaya pembelajaran sangat erat kaitannya dengan mutu pendidikan di Indonesia karena pendidikan merupakan salah satu wahana yang dipandang dapat meningkatkan kecerdasan suatu individu. Saat ini sekolah hanya mementingkan cara pembelajaran yang monotone yang membuat siswa susah untuk mengingat suatu pelajaran , hal ini terbukti dengan banyaknya siswa yang dengan mudah melupakan pelajaran yang baru saja diajarkan. Dari hasil survey dan penelitian juga dapat diketahui bahwa ilmu tajwid adalah cara terpenting untuk membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada dalam al-qur’an. mengingat pentingnya peranan tajwid bagi kesuksesan membaca al-qur’an, sehingga harus diupayakan suatu pembelajaran yang dapat meningkatkan daya ingat siswa dalam mempelajari ilmu tajwid.. salah satu pembelajaran yang mampu mengembangkan daya ingat adalah pembelajaran pembelajaran positif berbasis kooperatif  untuk mengajarkan ilmu tajwid melalui permainan binggo dan audio untuk meningkatkan daya ingat. Dengan diterapkannya pembelajaran melalui permainan binggo dan audio disekolah madrasah diniyah diharapkan dapat meningkatkan daya ingat siswa. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kajian pustaka. Model pembelajaran dengan permainan binggo dan audio merupakan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan daya ingat siswa. Kemampuan siswa untuk memecahkan masalah melalui Permainan Binggo dan audio menunjukan bahwa baik itu siswa dengan kemampuan tinggi, siswa dengan kemampuan sedang ataupun siswa denagn kemampuan rendah dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Di samping hasil belajar siswa meningkat Permainan Binggo dan audio juga meningkatkan antusias dan keaktifan siswa.

Kata kunci: Pemecahan masalah, Permainan Binggo dan audio, Peningkatan, Hasil Belajar

PENDAHULUAN
Latar Belakang

            Ilmu Tajwid adalah sebuah ilmu tentang kaidah serta cara – cara membaca Al-Qur’an dengan sebaik – baiknya. Memelihara bacaan Al-Qur’an dari kesalahan dan perubahan serta memelihara lisan (mulut) dari kesalahan membaca merupakan tujuan dari Ilmu Tajwid. Belajar Ilmu Tajwid hukumnya fardhu kifayah, sedang membaca Al-Qur’an dengan baik (sesuai dengan Ilmu Tajwid) hukumnya fardhu ‘Ain. Banyak dalil wajib mewajibkan mempraktekan tajwid dalam setiap pembacaan Al-Qu’an. Salah satunya adalah “Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan / tartil (bertajwid)”  [Q.S Al-Muzzammil (73):4]. Salah satu ayat ini sudah jelas bahwa Allah SWT memerintahkan Nabi SAW untuk membaca Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dengan tartil, yaitu memperindah penucapan setiap huruf-hurufnya (bertajwid). Pengenalan Ilmu tajwid untuk anak-anak tingkat madrasah ataupun setara dengan SD sudah diajarkan, namun permasalahannya adalah siswa kurang memperhatikan guru saat mengajar dikarenakan Ilmu Tajwid ini susah dan membosankan untuk dipelajari. Seperti yang diketahui bersama permasalahan ini disebabkan karena kurangnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran. Oleh karena itu sangatlah penting bagi para guru dalam menemukan metode-metode yang efektif untuk meningkatkan motivasi siswa-siswi mereka.
            Motivasi yang merupakan dorongan internal diri siswa untuk belajar dapat ditingkatkan dengan menggunakan metode permainan. Karena dapat kita ketahui bersama bahwa keinginan untuk bermain lebih besar dari pada keinginan untuk belajar. Dalam metode pembelajaran ilmu tajwid dengan menggunakan metode audio dan permainan binggo akan memotivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran yang menyenangkan. Dimana dalam menggunakan audio yakni siswa mendengarkan sekaligus melihat tayangan dalam layar cara-cara membaca Al-Qur’an yang benar dengan tajwid dan cara-cara belajar tajwid dengan menggunakan permainan binggo. Binggo adalah sebuah permainan atau kompetisi untuk mengasah daya ingat. Dalam permainan binggo ini akan disediakan papan  dengan dibagi menjadi beberapa kolom. Yang mana dalam kolom tersebut sudah diisi bacaan-bacaan Al-Qur’an sesuai dengan tajwidnya. Setelah itu siswa akan dibagi menjadi beberapa kelompok dan pada masing-masing kelompok akan diberikan bacaan yang nanti akan dicocokkan dengan bacaan Al-Qur’an sesuai dengan Tajwidnya. Dengan demikian siswa dapat mengasah daya ingatan mereka untuk berkompetisi memenangkan permainan, dan siswa akan termotivasi untuk mengikuti pembelajaran tajwid tersebut.
Pembelajaran kooperatif ini merupakan strategi pembelajaran ilmu tajwid dengan mengelompokkan siswa. Pada masing-masing kelompok dituntut untuk saling membantu dan kerjasama dalam memahami suatu bahan pembelajaran.
Berdasarkan uraian diatas tentu sangat menarik untuk dibahas mengenai cara alternative meningkatkan daya ingat siswa melalui permainan binggo dan audio sebagai upaya peningkatan cara membaca Al-Qur’an dengan benar dan indah.

Rumusan Masalah
Dari latar belakang dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1.      Apakah upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya ingat siswa dalam mempelajari ilmu tajwid?
2.      Apakah penerapan permainan binggo dan audio di sekolah dapat meningkatkan daya ingat siswa?

Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut :
1.      Memberikan alternatif metode mengajar yang bisa diterapkan di sekolah untuk meningkatkan daya ingat siswa dalam mempelajari ilmu tajwid.
2.      Mengetahui apakah penerapan pembelajaran kooperatif dengan permainan binggo dan audio di sekolah mampu meningkatkan daya ingat siswa.






Manfaat penulisan
Adapun manfaat yang ingin dicapai dari penulisan ini adalah sebagai berikut :
1.      Diharapkan dapat member masukan bagi para guru dalam menerapkan metode pembelajaran kooperatif dengan permainan binggo dan audio untuk meningkatkan daya ingat siswa dalam mempelajari ilmu tajwid.
2.      Dapat memberi masukan bagi sekolah dan guru dalam upaya meningkatkan daya ingat siswa dalam mempelajari ilmu tajwid.

TELAAH PUSTAKA
Permainan Bingo kartu, adalah sebuah permainan sederhana yang sangat mengasyikkan bagi anak SD setara madrasah. Permainan ini mampu membuat anak mengingat kata-kata penting (kata-kata kunci) maupun fakta-fakta yang hendak kita sampaikan. Sedangkan audio membantu siswa untuk lebih bisa berkonsentrasi mendengarkan suara yang disampaikan itu.
Dalam model pembelajaran dengan permainan bongo dan audio ini siswa belajar dan bekerja secara kooperatif, siswa diajak pada suatu permainan yang menyenangkan. Permainan ini akan membuat anak berkonsentrasi, dan secara tidak sadar, huruf-huruf  tersebut masuk ke dalam memorinya untuk makin menguatkan daya ingat yang telah diterimanya. Rahasia keberhasilan dari permainan ini adalah dengan mempersiapkan hanya huruf yang terkait dalam satu tema pembelajaran saja. Penambahan gambar (bila memungkinkan) akan dapat memperkuat pesan yang diterima oleh anak.
Salah satu contohnya :
-         siapkan kata-kata yang terkait dengan materi tajwid tersebut dalam potongan kartu yang tidak terlalu besar (mungkin seukuran kartu nama atau lebih kecil), misalnyabelajar bentuk, makhraj dan sifat huruf  hijaiyah :
ا ب ت ث ج ح خ د ط ر ز س ش ص ض ط ظ ع غ ف ق ك ل م ن و ه لا ء ي
-         Sediakan beberapa copy untuk tiap kata, tergantung dari jumlah anak yang akan memainkan aktivitas ini.
-         Siapkan lembaran kartu yang besar yang mampu memuat 30 potongan kartu kecil-kecil di atas tersebut. Setiap lembaran kartu besar ini berisikan 30 kata dengan kombinasi yang berbeda-beda.
-         Misalnya: lembaran kartu pertama berisikan  ا ب ت ث ج ح خ د ط ر ز س ش ص ض
-         Sedangkan lembaran kartu kedua berisikan ط ظ ع غ ف ق ك ل م ن و ه لا ء ي  
-          Demikian seterusnya dengan lembaran kartu besar lainnya, juga berisikan berbagai kata sejumlah 30 dengan kombinasi / variasi yang berbeda-beda.
Cara bermain:
-          setiap anak memperoleh selembar kartu berukuran besar (yang memuat 30 macam kata yang berbeda)
-          Anak juga memperoleh kartu-kartu kecil yang berisikan berbagai kata sesuai dengan yang tertera dalam kartu besarnya
-          Sembari menyalakan audio, anak-anak harus mendengar dengan teliti, bila suara audio menyebutkan sebuah huruf yang dimilikinya, maka ia harus meletakkan kartu kecil yang membuat kata tsb di atas lembarang kartu besarnya
-          Siapa yang paling cepat dan tuntas meletakkan 30 kartu kecilnya, dialah yang menjadi pemenangnya.
contoh sederhana
KHA’
SHAD
غ
ض

خ
GHAIN
SYIN
THA’
ط
س
ا ب ت ث ج ح خ د ط ر ز س ش ص ض ط ظ ع غ ف ق ك ل م ن و ه لا ء ي
 






Pertanyaan akan disesuaikan dengan tingkatan jenjang kelas.
Ulangi permainan ini sebanyak anak mau (dan sejauh waktunya masih memungkinkan). Gunakan kartu yang berbeda setiap kali audio diputar dengan suara lain yang mempelajari tajwid selanjutnya.

daya ingat (pengingatan)
Definisi dari daya ingat yang sebenarnya yaitu : Merupakan kemampuan mengingat kembali pengalaman yang telah berlalu/terlewati. Pengalaman-pengalaman tersebut biasanya menyangkut pada peristiwa yang mempunyai arti sendiri dalam menjalani kehidupan. Bila kekuatan daya ingat tinggi, maka akan mempermudah langkah dalam mengambil suatu tindakan yang objektif, sehingga bisa dikatakan bahwa pemikirannya sangat cemerlang. Tetapi lain halnya bila kekuatan daya ingat Anda melemah, maka tidak menutup kemungkinan Anda akan melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan kehidupan.
Menurut walgito, 1994 menyimpulkan bahwa “ ingatan tidak hanya kemampuan untuk menyimpan apa yang telah pernah dialaminya saja, tetapi juga termasuk kemampuan untuk menirima, menyimpan, dan menimbulkan kembali apa yang dialami. Kemampuan menerima, menyimpan, dan menimbulkan kembali dikenal denhan istilah encoding ( pengkodean terhadap yang dipersepsikan, yaitu proses menerima ), storage ( penyimpanan), retrieval ( pemulihan kembali terhadap apa yang telah dialami atau dipelajari sebelumnya).
Perbedaan antara memori
Ahli psokologi merasa penting membuat beberapa perbadaan dasar tentang memori. Salah satu perbedaan itu membagi tiga tahap memori: penyandiaan (encoding; pemasukan pesan ke dalam ingatan) penyimpanan (storage) dan pengambilan (retrieval; pengingatan kembali terhadap apa yang telah di simpan).




METODE PENULISAN

Metode penulisan
Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kajian pustaka. Metode kajian pustaka dilakukan dengan mengumpulkan sumber-sumber yang terkait dengan topic yang akan dibahas. Sumber-sumber keperpustakaan tersebut berupa kajian literatur dan kutipan artikel yang diambil dari sumber di internet. Metode kajian pustaka ini dilakukan untuk mengetahui tentang kemampuan daya ingat beserta aspek-aspek yang mempengaruhinya, model pembelajaran dengan menggunakan permainan binggo dan audio, serta untuk mengetahui keterampilan kooperatif yang bisa dimiliki oleh siswa yang nantinya dapat meningkatkan daya ingat siswa.
Langkah-langkah dalam penulisan
Adapun langkah-langkah yang dilakukan  dalam penulisan ini adalah sebagai berikut :
1.      Identifikasi masalah
2.      Pengumpulan informasi data
3.      Analisa permasalahan
4.      Penyusunan tulisan
5.      Bimbingan

ANALISIS DAN SINTESIS
Ilmu Tajwid adalah sebuah ilmu tentang kaidah serta cara – cara membaca Al-Qur’an dengan sebaik – baiknya. salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan upaya peningkatan daya ingat siswa di sekolah. Hal ini karena daya ingat merupakan salah satu faktor terpenting yang menentukan kecerdasan siswa. Kualitas suatu individu tidak hanya diukur dari tingkat cepat lambatnya membaca Al-Qur’an tetapi ilmu tajwid lah yang sangat penting yang dapat menentukan benar tidaknya individu membaca Al-Qur’an. Banyak survey yang didapatkan dari keluhan guru tentang susahnya siswa mengingat dan mempelajari ilmu tajwid. Hal ini karena ilmu tajwid yang dipelajari terlalu membosankan dan tidak menyenangkan. Upaya pengembangan minat siswa dalam mempelajari ilmu tajwid adalah dengan permainan. Permainan sangat disukai siswa dari pada pembelajaran, mereka akan cepat sekali menghafal dan mengingat permainan yang baru dimainkan. Salah satu cara untuk dapat meningkatkan daya ingat siswa dalam pembelajaran adalah dengan permainan binggo, ini terbukti dalam model pembelajaran dengan permainan bongo dan audio ini siswa belajar dan bekerja secara kooperatif, siswa diajak pada suatu permainan yang menyenangkan. Permainan ini akan membuat anak berkonsentrasi, dan secara tidak sadar, huruf-huruf  tersebut masuk ke dalam memorinya untuk makin menguatkan daya ingat yang telah diterimanya. Sehingga dalam proses belajar siswa akan lebih tertarik dan tertantang untuk bisa menjawab dan mengingat materi yang di berikannya.
Model pembelajaran kooperatif dengan permainan binggo dan audio merupakan pembelajaran yang dapat meningkatkan daya ingat siswa. Pada model ini dengan kegiatan pengelompokan siswa menjadi beberapa kelompok semua anggota kelompok harus mendengarkan dengan seksama suara yang disampaikan dari audio. Selain menyediakan audio guru juga harus menyediakan papan dan kertas untuk memulai permainan. Kemudian dilakukan permainan untuk menguji pengetahuan yang dicapai oleh seluruh siswa yang disusun dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang relevandengan materi yang telah didengarkan melalui audio
Penerapan model pembelaharan kooperatif dengan menggunakan permainan binggo dan audio ini dapat dilakukan pada tingkat Madrasah setara dengan Sekolah Dasar (SD). Mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 dengan pemberian materi yang berbeda-beda setiap tingkatan kelas.

SIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari tulisan ini adalah sebagai berikut :
1.      Model pembelajaran ilmu tajwid yang bisa diterapkan untuk meningkatkan daya ingat siswa adalah model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan permainan binggo dan audio. Pembelajaran koopertif ini dilakukan pada sekolah Madrasah.
2.      Penerapan model pembelajaran ini dapat meningkatkan konsentrasi dan daya ingat siswa.
Saran
1.      Diharapkan dapat dilakukan berbagai penelitian lebih jauh terhadap berbagai model pembelajaran yang dapat bermanfaat dalam meningkatkan daya ingat siswa dalam mempelajari ilmu tajwid, karena ilmu tajwid merupakan salah satu faktor penting yang menentukan benar tidaknya individu membaca Al-Qur’an.
Rekomendasi
1.      Diharapkan dapat dilakukan penerapan model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan permainan binggo dan audio dalam penyampaian materi pembelajaran disekolah sehingga dapat bermanfaat dalam peningkatan daya ingat siswa.







0 komentar:

Poskan Komentar